Kamis, 29 Oktober 2015

Makalah "Manfaat dan Cara Mengelolah Kelapa Menjadi Minyak Kelapa"

BAB I
PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang
Tanaman kelapa yang disebut juga nyiur ini banyak kita jumpai disekeliling kita. Tanaman ini hidup di daerah tropis khususnya pesisir pantai. Tanaman ini kaya akan manfaat, diantaranya dapat digunakan untuk bumbu masak, minuman dan lain sebagainya. Bagian terpenting dari kelapa adalah buahnya karena pada bagian tersebut dapat diolah menjadi berbagai produk seperti, kopra, santan kelapa, dessicated coconut, dan minyak kelapa. Tidak hanya itu, buah nyiur ini juga bermanfaat dalam bidang kesehatan maupun kecantikan.
Menurut Sarah Owen (2010) kelapa merupakan buah yang mudah dicerna dan dimetabolisme oleh tubuh. Keunggulan ini membuat kelapa menjadi sumber energi yang bagus untuk tubuh. Meskipun kandungan lemak jenuh dalam kelapa tinggi, tidak membuat kelapa memilki efek negative yang sama sebagaimana lemak jenuh lainnya. Karena tubuh menggunakan lemak yang ada pada kelapa sebagai energy instan.
Salah satu produk yang sangat bagus dikonsumsi pada kelapa yaitu minyak kelapa. Menurut Andi Nur Alam Syah (2006, cetakan kelima) minyak kelapa mengandung lemak yang dikenal dengan Medium Chain Triglyseride (MCT) mirip dengan lemak yang terdapat pada air susu ibu (ASI) dan memilki nutrisi yang sama. Tidak hanya itu minyak kelapa juga dikenal  karena komponen anti-bakteri dan anti-mikrobanya. Namun, sekarang ini hanya beberapa dari masyarakat yang mengetahui manfaat dari minyak kelapa tersebut.
Sebagaimana penjelasan diatas, manfaat kelapa amatlah banyak, namun hanya beberapa dari masyarakat yang mengetahui manfaat tersebut. Alasan inilah yang membuat penulis mengangkat tema ini, agar masyarakat dapat mengetahui manfaat kelapa dan menggunakan manfaat tersebut dengan sebaik-baiknya terkhusus untuk produk minyak kelapa.
  
1.2  Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang penulis ambil adalah manfaat dan cara pemanfaatan kelapa menjadi minyak kelapa.

1.3  Tujuan
Makalh ini dibuat bertujuan untuk menambah wawasan pembaca mengenai buah kelapa, dan manfaat kelapa khususnya pada olahan produk minyak kelapa.


BAB II
KAJIAN PUSTAKA


2.1 Kelapa
Kelapa merupakan satu-satunya dari genus Cocos. Orang melayu menyebutnya dengan kerambil. Kelapa merupakan tumbuhan monokotil yang dikenal sebagai tumbuhan serbaguna, karena hampir semua bagian dari tanaman ini bisa dimanfaatkan. Kedudukan buah kelapa (Cocos nucifera L.) dalam sistematika (taksonomi) tumbuhan diklasifikasikan sebagai berikut:
Klasifikasi            : Plantae
Divisi                    : Magnoliophyta
Kelas                    : Liliopsida
Ordo                     : Arecales
Famili                   : Arecaceae
Genus                   : Cocos
Spesies                 : C. nucifera L. (Sumber : Neti & Irni, 2013)

Kelapa terdiri dari buah, bunga, daun, batang dan akar, berikut akan dijelaskan mengenai bagian-bagian tersebut (Neti & Irni, 2013):
1.      Buah
Kelapa memiliki buah yang berukuran sangat besar. Rata-rata diameter buah berkisar antara 10-20cm, bahkan lebih.
2.      Bunga
Bunga tersusun majemuk pada suatu tandan. Bunga betina terletak pada pangkal karangan, sementara bunga jantan berada pada posisi yang jauh dari karangan.
3.      Daun
Daun kelapa merupakan daun tunggal dengan tulang menyirip. Namun, daun bertoreh sangat dalam sehingga terkesan seperti daun majemuk.
4.      Batang
Kelapa memilki pohon dengan batang tunggal.. Batang kelapa berbetuk silinder beruas-ruas, namun semakin tua ruas tersebut semakin tidak terlihat. Tinggi pohon kelapa bisa mencapai 30m.
5.      Akar
Kelapa merupakan tanaman monokotil sehingga memiliki akar yang serabut. Akar berkerumun membentuk bongkol tebal dan kuat pada pangkal batang, sehingga tumbuhan kelapa bisa beradaptasi pada lahan berpasir.
Andi (2006) menyebutkan bahwa kelapa (Cocos nucifera) adalah tanaman dalam family Arecaceae yang lazim ditemukan di daerah tropis. Buah kelapa berbentuk bulat panjang dengan ukuran kurang lebih sebesar kepala manusia. Buah kelapa terdiri dari atas serabut, tempurung, daging buah dan air buah.
Menurut Hamid (2013) kelapa memiliki banyak kandungan kimia, sebagai berikut:


1.      Kalori
2.      Tannin
3.      Asam Askorbat
4.      Protein
5.      Lemak
6.      Hidrat arang
7.      Kalsium
8.      Potassium
9.      Zat besi
10.  Fosfor
11.  Gula



2.2 Manfaat kelapa
Ada berbagai manfaat yang bisa didapatkan dari kelapa, misalnya saja, batang kelapa bisa dimanfatkan menjadi kayu untuk papan rumah, daun yang sudah kering sebagai atap rumah, bunga dan buah bagian yang paling bernilai produksi (Neti & Irni, 2013).
Tidak hanya itu air kelapa juga berkhasiat menyembuhkan penyakit seperti, Keracunan, panas dalam, sakit panas, demam berdarah, cacingan pada anak, kelelahan, letih, lesu, gatal-gatal, luka bakar, kencing batu, influenza, dan lain sebagainya.
Buah kelapa juga lezat ketika dijadikan bumbu masak, dan minuman. Bukan hanya dapat digunakan sebagai obat, bumbu masak dan minuman, kelapa juga bermanfaat untuk kecantikan. Daging kelapa dapat digunakan untuk mengurangi produksi minyak pada kulit wajah (Alida, 2013).

2.3 Minyak Kelapa
Minyak kelapa merupakan produk olahan dari kelapa yang bernilai produksi, kandungan nutrisinya membuat olahan ini banyak digunakan. Minyak ini tidak meningkatkan kolestrol bahkan meningkatkan HDL (kolestrol baik). Penelitian di kepulauan pasifik dan asia menunjukkan populasi yang berdiet alami dengan mengkomsumsi minyak kelapa memilki resiko penyakit jantung yang rendah di kemudian hari (Sekar, 2011).
Minyak kelapa mengandung lemak yang dikenal dengan Medium Chain Triglyseride (MCT) mirip dengan lemak yang terdapat pada air susu ibu (ASI) dan memilki nutrisi yang sama. Tidak hanya itu minyak kelapa juga dikenal  karena komponen anti-bakteri dan anti-mikrobanya. Menurut kitab Ayurveda, minyak kelapa berkhasiat untuk menyegarkan dan meningkatkan daya tahan tubuh. Minyak kelapa telah terbukti dapat mengurangi gejala salah cerna, mendukung fungsi kekebalan tubuh, dan membantu mencegah infeksi bakteri, virus serta jamur. Orang-orang yang mengonsumsi minyak kelapa mempunyai kemampuan tidak makan selama beberapa jam (Andi, 2006)




BAB III
PEMBAHASAN


3.1 Manfaat minyak kelapa
Berdasarkan kajian pustaka, kita dapat menyimpulkan bahwa minyak kelapa memiliki banyak manfaat. Pada bab ini kita akan membahas lebih mendalam mengenai manfaat dari minyak kelapa yang lebih dikenal dengan Virgin Coconut Oil (VCO).
Beberapa penelitian telah mengungkapkan bahwa konsumsi minyak kelapa dapat membantu penyembuhan diabetes mellitus karena minyak kelapa mengandung asam lemak jenuh rantai sedang dalam jumlah tinggi terutama asam laurat dengan kandungan antara 43 – 53% dari asam lemak. Hasil study in vivo oleh peneliti di India tahun 2004 menunjukkan bahwa minyak kelapa dapat menurunkan kadar total kolesterol trigliserida, fosfolipida, kolestrol LDL (Low density Lipoproteins) dan VLDL (very low density Lipoproteins) atau kolesterol jahat. Sebaliknya minyak kelapa meningkatkan kadar kolesterol HDL (High Density Lipoproteins) atau lemak baik. Penelitian ini juga didukung oleh uji klinis yang dilakukan di Filipina dan hasilnya menunjukkan bahwa minyak kelapa tidak menimbulkan efek yang buruk pada kadar kolesterol, bahkan menurunkan efek peningkatan kolesterol dari lemak hewani (M Ahkam, 2008).
Minyak kelapa melindungi jantung dan pembuluh nadi dari luka yang disebabkan oleh bakteri, virus, dan radikal bebas. Dengan menghilangkan penyebab luka pada pembuluh nadi, minyak kelapa mampu mencegah berkembangnya tingkat kerusakan dengan cara mempermudah kesembuhan dinding pembuluh nadi. Jadi, minyak kelapa tidak hanya mengurangi risiko serangan jantung, tetapi juga mampu mempercepat proses penyembuhannya.
Pada kajian pustaka telah disebutkan bahwa kelapa mengandung lemak Medium Chain Triglyseride (MCT) yang efek nutrinya sama dengan ASI. Asam lemak ini dapat menghambat pertumbuhan mikroba, jamur, virus, parasit dan bakteri. Selain itu asam lemak ini bersifat mudah dicerna dan diserap oleh sel tubuh. Mengkonsumsi MCT dapat memperbaiki kinerja tubuh secara lebih baik Karena MCT mempunyai banyak energy dan daya tahan tinggi terhadap penyakit.
Tidak hanya untuk menyembuhkan penyakit, minyak kelapa juga digunakan dalam perawatan tubuh, karena mempunyai tekstur krim alami yang hampir selalu bebas dari pestisida, bahan kimia, dan kontaminan lainnya. Minyak kelapa mampu memutihkan kulit yang kering, kasar dan keriput. Selain itu, minyak kelapa membantu menjaga jaringan connective agar tetap kuat dan longgar sehingga kulit tidak kendur dan keriput (Andi, 2006).

3.2 Dosis Harian Minyak Kelapa
Kebutuhan minyak kelapa per hari untuk orang dewasa adalah 3,5 sendok makan (sekitar 50 gram). Jumlah MCT yang sama bisa kita dapatkan dari 10 ons santan kelapa atau 7 ons kelapa mentah (sekitar separuh kelapa utuh).
Minyak kelapa tidak beracun bagi manusia, bahkan dianggap lebih aman daripada kedelai yang banyak dikonsumsi dalam bentuk bubuk. FDA telah memasukkan minyak kelapa ke dalam daftar makanan yang dianggap aman (GRAS). GRAS (Generally Regarded As Safe) merupakan daftar makanan yang sangat eksklusif. Hanya makanan yang telah melewati testing ketat dan mempunyai sejarah penggunaan yang aman yang dapat dikualifikasikan ke dalam daftar GRAS.

3.3 Proses Pengolahan Minyak Kelapa
Proses pembuatan minyak kelapa ada berbagai macam cara antara lain, yaitu:
1)      Cara basah
Cara ini relatif sederhana. Daging buah diparut, kemudian ditambah air dan diperas sehingga mengeluarkan santan. Setelah itu dilakukan pemisahan minyak  pada santan. Pemisahan  minyak  tersebut  dapat  dilakukan  dengan pemanasan, atau sentrifugasi. Pada pemanasan, santan dipanaskan sehingga airnya  menguap  dan  padatan  akan  menggumpal.  Gumpalan  padatan  ini disebut blando. Minyak dipisahkan dari blando dengan cara penyaringan. Blando masih banyak mengandung minyak. Minyak ini dicampur dengan minyak sebelumnya. Cara basah ini dapat dilakukan dengan menggunakan peralatan yang biasa terdapat di dapur keluarga.
Pada sentrifugasi, santan diberi perlakuan sentrifugasi pada kecepatan 3000-3500 rpm. Sehingga terjadi pemisahan fraksi kaya minyak (krim) dari fraksi miskin minyak (skim). Selanjutnya krim diasamkan, kemudian diberi perlakuan sentrifugasi sekali lagi untuk memisahkan minyak dari bagian bukan minyak. Pemisahan minyak dapat juga dilakukan dengan kombinasi pemanasan dan sentrifugasi. Santan diberi perlakuan sentrifugasi untuk memisahkan  krim.  Setelah  itu  krim  dipanaskan  untuk  menggumpalkan padatan bukan minyak. Minyak dipisahkan dari bagian bukan minyak dengan cara sentrifugasi.
Minyak yang diperoleh disaring untuk memperoleh minyak yang bersih dan jernih.
1.      Cara Basah Tradisional.
Cara basah tradisional ini sangat sederhana dapat dilakukan dengan menggunakan peralatan yang biasa terdapat pada dapur keluarga. Pada cara ini, mula-mula dilakukan ekstraksi santan dari kelapa parut. Kemudian santan dipanaskan untuk menguapkan air dan menggumpalkan bagian bukan minyak yang disebut blondo. Blondo ini dipisahkan dari minyak. Terakhir, blondo diperas untuk mengeluarkan sisa minyak.
2.      Cara Basah Fermentasi.
Cara basah fermentasi agak berbeda dari cara basah tradisional. Pada cara basah fermentasi, santan didiamkan untuk memisahkan skim dari krim. Selanjutnya krim difermentasi untuk memudahkan penggumpalan bagian bukan minyak (terutama protein) dari minyak pada waktu pemanasan. Mikroba yang berkembang selama fermentasi, terutama mikroba penghasil asam. Asam yang dihasilkan menyebabkan protein santan mengalami penggumpalan dan mudah dipisahkan pada saat pemanasan.
3.      Cara Basah Lava Process.
Cara basah lava process agak mirip dengan cara basah fermentasi. Pada cara ini, santan diberi perlakuan sentrifugasi agar terjadi pemisahan skim dari krim. Selanjutnya krim diasamkan dengan menambahkan asam asetat, sitrat, atau  HCI  sampai  pH  4.  Setelah  itu  santan  dipanaskan  dan  diperlakukan seperti cara basah tradisional atau cara basah fermentasi. Skim santan diolah menjadi konsentrat protein berupa butiran atau tepung.

4.      Cara Basah "Kraussmaffei Process".
Pada cara basah ini, santan diberi perlakuan sentrifugasi, sehingga terjadi pemisahan skim dari krim. Selanjutnya krim dipanaskan untuk menggumpalkan padatannya. Setelah itu diberi perlakuan sentrifugasi sehingga minyak dapat dipisahkan dari gumpalan padatan. Padatan hasil sentrifugasi dipisahkan dari minyak dan dipres untuk mengeluarkan sisa minyaknya. Selanjutnya, minyak disaring untuk menghilangkan kotoran dan padatan. Skim santan diolah menjadi tepung kelapa dan madu kelapa. Setelah fermentasi, krim diolah seperti pengolahah cara basah tradisional.

2)      Cara Pres.
Cara pres dilakukan terhadap daging buah kelapa kering (kopra). Proses ini memerlukan investasi yang cukup besar untuk pembelian alat dan mesin. Uraian ringkas cara pres ini adalah sebagai berikut:
1.      Kopra dicacah, kemudian dihaluskan menjadi serbuk kasar.
2.      Serbuk kopra dipanaskan, kemudian dipres sehingga mengeluarkan minyak. Ampas yang dihasilkan masih mengandung minyak. Ampas digiling sampai halus, kemudian dipanaskan dan dipres untuk mengeluarkan minyaknya.
3.      Minyak yang terkumpul diendapkan dan disaring.
4.      Minyak hasil penyaringan diberi perlakuan berikut:
a.       Penambahan  senyawa  alkali  (KOH  atau  NaOH)  untuk  netralisasi (menghilangkan asam lemak bebas).
b.      Penambahan bahan penyerap (absorben) warna, biasanya menggunakan arang aktif agar dihasilkan minyak yang jernih dan bening.
c.       Pengaliran uap air panas ke dalam minyak untuk menguapkan dan menghilangkan senyawa-senyawa yang menyebabkan bau yang tidak dikehendaki.
5.      Minyak yang telah bersih, jernih, dan tidak berbau dikemas di dalam kotak kaleng, botol plastik atau botol kaca.


3)      Cara Ekstraksi Pelarut
Cara ini menggunakan cairan pelarut (selanjutnya disebut pelarut saja) yang dapat melarutkan minyak. Pelarut yang digunakan bertitik didih rendah, mudah menguap, tidak berinteraksi secara kimia dengan minyak dan residunya tidak  beracun.  Walaupun  cara  ini  cukup  sederhana,  tapi  jarang  digunakan karena biayanya relatif mahal. Uraian ringkas cara ekstraksi pelarut ini adalah sebagai berikut:
1.      Kopra dicacah, kemudian dihaluskan menjadi serbuk.
2.      Serbuk kopra ditempatkan pada ruang ekstraksi, sedangkan pelarut pada ruang penguapan. Kemudian pelarut dipanaskan sampai menguap. Uap pelarut akan naik ke ruang kondensasi. Kondensat (uap pelarut yang mencair) akan mengalir ke ruang ekstraksi dan melarutkan lemak serbuk kopra. Jika ruang ekstraksi telah penuh dengan pelarut, pelarut yang mengandung minyak akan mengalir (jatuh) dengan sendirinya menuju ruang penguapan semula.
3.      Di ruang penguapan, pelarut yang mengandung minyak akan menguap, sedangkan   minyak   tetap   berada   di   ruang   penguapan.   Proses   ini berlangsung terus menerus sampai 3 jam.
4.      Pelarut yang mengandung minyak diuapkan. Uap yang terkondensasi pada kondensat tidak dikembalikan lagi ke ruang penguapan, tapi dialirkan ke tempat penampungan pelarut. Pelarut ini dapat digunakan lagi untuk ekstraksi. Penguapan ini dilakukan sampai diperkirakan tidak ada lagi residu pelarut pada minyak.
5.      Selanjutnya, minyak dapat diberi perlakuan netralisasi, pemutihan dan penghilangan bau.
(Andi, 2006)



BAB IV
PENUTUP

4.1  Simpulan
Kelapa merupakan buah serbaguna yang setiap bagian dapat dimanfaatkan. Banyak sekali manfaat kelapa yang belum kita ketahui, misalanya manfaat dari minyak kelapa yang memilki asam lemak yang nutrinya sama dengan ASI yang baik untuk tubuh.
Ada tiga proses pembuatan minyak kelapa, yaitu: 1) secara basah, 2) secara Pres, dan 3) secara Ekstraksi Pelarut.

4.2  Saran
Beralihlah mengkonsumsi minyak kelapa, karena minyak kelapa sangat baik untuk tubuh dan telah didaftarkan pada GRAS. Lebih baik mencegah daripada mengobati.


DAFTAR PUSTAKA

Owen,Sarah. 2010. The Top 100 Fitness Foods, 100 Cara Agar tubuh Anda Kembali Bugar. Jakarta:Tiga Kelana
Prasetya, Hamid. 2013. Daun-daun dan Buah-buah Ajaib Pembasmi Penyakit. Jogjakarta:FlashBooks
Widyastuti, Alida. 2013. Buah-buah Dasyat Untuk Kulit Cantik dan Sehat. Jogjakarta:FlashBooks
Suriana, Neti dan Irni Shobariani. 2013. Ensiklopedia Tanaman Obat. Malang:Rumah Ide
Sekar TR. 2011. Manfaat Buah-buahan di Sekitar Kita.Yogyakarta:Siklus Hanggar Kreator
Ahkam, Muhammad. 2008. Real Food True Health. Jakarta: AgroMedia Pustaka
Faralia.2012. 1001 Khasiat Istimewa Buah-buahan dan Sayuran.Yogyakarta: Aulia Publishing

Syah,ANA. 2006. Virgin Coconut Oil Minyak Penakluk Aneka Penyakit. Jakarta: AgroMedia Pustaka

Jumat, 22 Mei 2015

SUNNAH-SUNNAH RASULULLAH

A.      SUNNAH MAKAN
1.      Berdoa, sebelum dan sesudah makan
Jika kita lupa berdo'a pada awal makan hendaklah mengucapkan:  yang artinya "Dengan nama Allah pada awal dan akhirnya". (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
2.      Makan dengan tangan kanan
3.      Makan makanan yang terdekat
Hadis riwayat Umar bin Abu Salamah ra., ia berkata:
Ketika aku dalam asuhan Rasulullah saw., pada saat makan tanganku terjulur hendak menjangkau talam lalu Rasulullah saw. bersabda kepadaku: Hai anak muda! Sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah makanan yang terdekat darimu. (Shahih Muslim No.3767)
4.      Dinginkanlah makanan, sesungguhnya yang panas-panas tidak ada berkahnya. (HR. Al Hakim dan Ad-Dailami)
5.      Rasulullah Saw melarang orang meniup-niup makanan atau minuman. (HR. Abu Dawud)
Keterangan:
Meniup-niup makanan dan minuman yang panas biasa dilakukan dengan tujuan agar lekas dingin, dan hal ini dilarang oleh Nabi. dan terbukti dengan ilmu kedokteran sekarang bahwa itu tidak baik karena dikhawatirkan mengandung berbagai bibit penyakit yang ditiupkan ke dalam makanan tersebut. Hendaknya makanan atau minuman tersebut didiamkan saja atau didinginkan dengan metode lainnya selain dengan meniup langsung dengan mulut, misalnya dengan fan (kipas angin).
6.      Disunnahkan menjilati jari-jari dan talam serta memakan suapan yang jatuh sesudah membersihkan kotoran yang mengenainya dan makruh membersihkan tangan sebelum dijilati
Hadis riwayat Ibnu Abbas ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Apabila seseorang di antara kalian memakan makanan, maka janganlah ia mengusap tangannya sebelum dijilati (untuk membersihkan sisa makanan) atau menyuruh orang lain untuk menjilatinya. (Shahih Muslim No.3787)
7.      Dianjurkan orang yang sedang makan merendahkan diri serta sifat duduknya
Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:
Aku pernah melihat Rasulullah saw. duduk bersimpuh sambil memakan kurma. (Shahih Muslim No.3807)
8.      Tidak boleh mencela makanan
Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. tidak pernah mencela makanan sama sekali. Apabila beliau menyukai maka beliau memakannya dan kalau tidak menyukai maka beliau tidak memakannya (tanpa mencela). (Shahih Muslim No.3844)
9.      Makan ketika lapar, dan berhenti makan sebelum kenyang
sebagaimana anjuran Rasulullah saw “Makanlah hanya ketika lapar, dan berhentilah makan sebelum kenyang.”
"Kita (Kaum Muslimin)adalah suatu kaum yang bila telah merasa lapar barulah makan, dan apabila makan tidak hinga kenyang," sabda Rasulullah SAW
"Orang yang paling kenyang makan di dunia akan menjadi paling lama lapar pada hari kiamat." (HR. Al Hakim)
“Tidak ada satu wadah pun yang diisi oleh Bani Adam, lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah baginya beberapa suap untuk memperkokoh tulang belakangnya agar dapat tegak. Apabila tidak dapat dihindari, cukuplah sepertiga untuk makanannya, sepertiga lagi untuk minumannya, dan sepertiga lagi untuk nafasnya.” (HR Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban dalam Shahihnya yang bersumber dari Miqdam bin Ma’di Kasib)
10.  Janganlah kamu memberi makanan yang kamu sendiri tidak suka memakannya. (HR. Ahmad)
11.  Mengontrol makanan yang dimakan
Sesungguhnya termasuk pemborosan bila kamu makan apa saja yang kamu bernafsu memakannya. (HR. Ibnu Majah)
12.  Larangan bagi orang yang makan bersama memakan sekaligus dua buah kurma dan sebagainya dalam satu suapan kecuali dengan seizin teman-temannya
Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:
Pernah Ibnu Zubair memberi kami kurma. Ketika itu orang-orang sedang ditimpa kesengsaraan. Pada saat kami tengah makan, tiba-tiba Ibnu Umar ra. lewat. Beliau menegur: Jangan kalian memakan dua kurma sekaligus. Karena sesungguhnya Rasulullah saw. telah melarang perbuatan demikian, kecuali seseorang minta izin lebih dahulu kepada teman makannya. (Shahih Muslim No.3809)
13.  Apabila diserukan untuk makan malam lalu terdengar suara azan oleh muazin maka dahulukan makan malam. (Abu Hanifah)
Keterangan: Hal ini berlaku khusus untuk shalat Isya karena waktunya panjang.
14.  Keutamaan saling membantu dalam makanan sedikit dan bahwa makanan dua orang cukup untuk tiga orang dan seterusnya
Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Makanan dua orang itu cukup untuk tiga orang dan makanan tiga orang cukup untuk empat orang. (Shahih Muslim No.3835)
Hidangan makanan untuk dua orang seharusnya cukup untuk tiga orang dan makanan untuk tiga orang cukup untuk empat orang. (HR. Bukhari)
15.  Barangsiapa makan bawang putih atau bawang merah hendaklah menjauhi kita atau menjauhkan diri dari masjid kita dan sebaiknya tinggal di rumahnya. (HR. Bukhari)
Keterangan:
Sesungguhnya malaikat merasa terganggu dengan bau bawang merah dan bawang putih sebagaimana manusia pun merasa terganggu dengan bau tersebut. Namun jika bau tersebut bisa hilang, misalnya dengan gosok gigi dengan pasta gigi atau berkumur dengan zat penghilang bau, maka diperbolehkan untuk ke masjid dan berkumpul dengan kaum muslimin lainnya.
16.  Boleh sebagian orang yang menghadapi hidangan mempersilakan sebagian yang lain meskipun mereka semua sebagai tamu kalau memang pemilik makanan tidak berkeberatan
Hadis riwayat Anas bin Malik ra.:
Seorang penjahit mengundang Rasulullah saw. untuk menghadiri suatu jamuan makan. Kata Anas: Aku berangkat bersama Rasulullah saw. menghadiri jamuan makan tersebut. Kepada Rasulullah saw. tuan rumah menghidangkan roti dari gandum serta kuah berisi labu dan dendeng. Anas berkata: Aku melihat Rasulullah saw. mencari labu dari seputar mangkuk kuah itu. (Shahih Muslim No.3803)
17.  mencuci tangan dengan bersih sesudah makan
Barangsiapa tidur dan tangannya masih berbau atau masih ada bekas makanan dan tidak dicucinya lalu terkena sedikit gangguan penyakit kulit maka janganlah menyalahkan kecuali dirinya sendiri. (HR. Ibnu Hibban dan Abu Dawud)
18.  Makan makanan yang halal
Rasulullah saw bersabda: Wahai Sa'ad, perbaikilah (murnikanlah) makananmu, niscaya kamu menjadi orang yang terkabul do'anya. Demi yang jiwa Muhammad dalam genggamanNya. Sesungguhnya seorang hamba melontarkan sesuap makanan yang haram ke dalam perutnya maka tidak akan diterima amal kebaikannya selama empat puluh hari. Siapapun yang dagingnya tumbuh dari yang haram maka api neraka lebih layak membakarnya. (HR. Ath-Thabrani)
Allah juga berfirman dalam surat Al Baqarah 172: "Hai orang-orang yang beriman makanlah di antara rezeki yang baik-baik."
Kemudian Rasulullah menyebut seorang yang melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut dan wajahnya kotor penuh debu menadahkan tangannya ke langit seraya berseru: "Ya Robbku, Ya Robbku", sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan dia diberi makan dari yang haram pula. Jika begitu bagaimana Allah akan mengabulkan doanya? (HR. Muslim)
19.  Jangan Makan/Minum Sambil Berdiri
Nabi Muhammad Saw. bersabda, "Janganlah sekali-sekali salah seorang dari kalian minum sambil berdiri, barangsiapa lupa hendaklah dia memuntahkannya"(HR. Muslim)
Dari Anas dan Qatadah, Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya beliau melarang seseorang minum sambil berdiri, Qotadah berkata:”Bagaimana dengan makan?” beliau menjawab: “Itu kebih buruk lagi”. (HR.Muslim dan Turmidzi)
20.  Awali dengan Makan Buah
”Dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, dan daging burung dari apa yang mereka inginkan”. (Al Waqi’ah 20-21)
Dalam ayat tersebut Allah Subhanahu wa Ta’ala menerangkan tentang makanan penduduk surga.Yang menarik di sini, bahwa Allah menyebutkan buah-buahan dahulu, baru kemudian daging. Apa rahasianya ?
Mengkonsumsi makanan berat dan berlemak memerlukan banyak energi untuk proses pencernaan dan pembuangan. Itulah sebabnya banyak dari kita merasa mengantuk dan lelah setelah makan. Akan lebih baik bila kita menikmati buah terlebih dahulu sebelum makan, agar usus menjadi bersih.
21.  Makan dengan tiga jari.Dengan tiga jari berarti kita telahbersikap seimbang.Sebagaimanadikatakan bahwa makan dengan limajari menunjukkan kerakusan, sedangkan makan dengan satuatau dua jari menunjukkankesombongan dan keangkuhan.
22.  Tidak tidur setelah makan.Nabi Saw menganjurkan seseorangberjalan-jalan setelah makanmalam.Tapi bisa juga digantikan olehshalat. Hal ini dimaksudkan agarmakanan yang dikonsumsi masuklambung dengan tepat sehingga bisadicerna dengan baik. Diriwayatkan dari Aisyah bahwa Nabi saw bersabda: ”Cairkan makanan kalian dengan berdzikir kepada Allah yang Mahatinggi dan shalat, serta janganlah kalian tidur setelah makan, karena dapat membuat hati kalian menjadi keras”. (HR. Abu Naim)

Sumber: